Rabu, 18 Juli 2012

Love Series 4






"Love Series IV"
Etching Aquatint , 2 colors Pressed on Montval Paper
Edition : A/P
34,5cm x 28,5cm
Muhammad Vilhamy
2012

Series : Bunga dan Ibu






"Series : Bunga dan Ibu"
Etching , Aquatint Pressed on Concorde Paper
Edition : 1 of 7
32,5cm x 28,5cm
Muhammad Vilhamy 2012

Selasa, 17 Juli 2012






"Makan Terakhir dengan Ibu"
Etching , Aquatint , 13 colors Pressed on Concorde Paper
103cm x 40cm
Muhammad Vilhamy
2012

Senin, 09 Juli 2012

Raden Saleh Idola Para Hipster

 "Maraknya para kaum muda akhir-akhir ini mengunduh portrait diri mereka didepan baligo dan pameran karya Raden Saleh Sjarief Boestaman mungkin membuat beberapa syaraf kerja otak saya agak terbesit membuat kolase digital dengan editing yang bobrok , ini dia , selamat Yangkung Raden Saleh , semoga selalu ramah , karena ramah membuatmu tenar dikancah senirupa dunia"

Kolase Digital *with editing*
"Bapak yang Ramah"
2012
Muhammad Vilhamy

Minggu, 08 Juli 2012

Acrilic on Paper









"Kenangan , Ingatan yang Telah Lalu"
Watercolor, acrilic on paper
Variable Dimension (8 works)
Muhammad Vilhamy
2012


Dalam kesempatan kali ini Saya mengangkat permasalahan yang sama, yaitu tentang bagaimana “jiwa” Saya sebagai anak yang jauh dari keluarga dan teman-teman lama, terutama pada Ibu dan bapak saya.
Saya tidak banyak memakai teori-teori pendukung karya dan saya hanya ingin sejujur-jujurnya berkarya gambar. Karena menurut Aristoteles, seni adalah sebagai bentuk media mimesis dan katarsis. Oleh karena itu, kegelisahan yang mendasari semua pemikiran menurut Saya adalah baik. Bahkan, manusia sekelas Ir. Soekarno pun selalu gelisah disetiap hari nya dan banyak menimbulkan pemikiran dan gagasan brilian.
 
Semua hal yang berkaitan tentang rasa rindu yang mendalam saya, rasa benci yang selalu ada, rasa bangga dan marah terhadap didikan orang tua Saya banyak menginspirasi Saya dalam berkarya. Mungkin terlihat seperi dangkal atau pun banyak dilihat tidak banyak menyelesaikan masalah di kalangan sosial , tetapi, lepas dari permasalahan itu, Saya berharap bisa menyelesaikan masalah Saya terhadap perasaan Saya. Dimana kegelisahan yang hampir setiap hari muncul bisa terkikis meskipun tidak dapat hilang. Paling tidak , Saya berkarya tidak merugikan orang lain, tidak merusak perasaan orang lain.


Makan Terakhir (ibu)


Manusia Ada karena Mereka Banyak Berbicara

" Kritik yang baik adalah yang membangun , bukan hanya sekedar mencari kelemahan dan keburukan nya saja , untuk saat ini di Indonesia orang-orang yang mengkritik Seni kebanyakan tidak berkarya dan hanya bisa mengamati saja" - Affandy

Jika ditilik dari ucapan Affandy kepada Basuki Resobowo adalah perasaan Affandy yang kecewa tentang sistem mengkritik dari seorang kritikus atau pengamat yang hanya bisa melontarkan kata-kata negatif dengan maksud menyeragamkan masyarakat terhadap objek yang dikritik.

Tidak lain tidak bukan memang kebiasaan masyarakat di negara ini yang tidak membangun satu sama lainnya , yang hanya bisa berkata dan hanya membual tentang keburukan objek yang dikritik tersebut.

Bagaimana ingin membangun sebuah pergerakan yang satu , membangun kebersamaan , rasa saling menjaga dan pengertian jika semua orang di muka bumi ini hanya saja menjadi PEMALAS.

Terlebih lagi kehidupan tinggi seni yang menjadi tolak ukur dari masyarakat  , dimana banyak yang mengatakan bahwa ketika manusia sudah cukup dengan Sandang , Pangan , dan Papan , yang dicari dari gaya hidup untuk sebuah aktualisasi diri mereka adalah menjadi "Penikmat Seni". Jika Seni itu sendiri menjadi bagian dari aspek kehidupan masyarakat , saya sebagai murid dari seorang guru seni melihat ada kejanggalan didalam Seni , banyak yang menyebutnya politik senirupa , politiknya adalah ,JATUHKAN YANG LAIN ATAU KALIAN TIDAK AKAN KAYA.

Saya berharap kedepannya , makin banyak orang yang berfikir tentang bagaimana nasib kesenirupaan di Indonesia , yang tidak hanya melulu menjual dan membeli , sekedar mengucap bagus dan jelek , tetapi saling membangun dan memberi makna didalam kehidupan sosial dan masyarakat.
Jika pelaku didalam kesenirupaan hanya "diam" dan "egois" , untuk apa gembar-gembor soal KONSEP bahwa seniman harus pintar dan cerdas , tidak ada gunanya ketika kalian hanya diam dan sok serius memandangi karya seni di galeri , tidak ada artinya.

Tidak ada artinya juga kalian menulis gagasan dari karya tetapi hanya berujung pada pembukaan , diskusi , dan penutup pameran. Apakah ada perubahan ? Saya tidak merasakannya.

Untuk bagaimana pun , Saya tetap yakin bahwa apa yang saya kerjakan selama ini akan menuai hasil , hanya saja Saya ingin merubah situasi dan kondisi yang seperti ini , Saya merasa sendirian dan oleh karena itu , Saya menjadi bagian dari "kekosongan" yang tidak ada artinya tadi.

Jumat, 06 Juli 2012

Ulir , Ukir

Malam selalu dingin dan sepi ditempat ini.
Sunyi dihentak beberapa kali oleh suara dari pemutar musik , tetapi tetap saja sepi.
Waktu seakan berjalan cepat , tiba-tiba ingin saja menjadi yang dulu , yang memang selalu sepi , selalu sedikit yang menemani tetapi tetap kokoh ,
kokoh seperti ukiran yang berada di lemari kayu jati kepunyaan bapak .

Mungkin tulisan ukirannya mengulir seperti ini :

"ya , nanti aku pulang kerumah , bawa banyak untuk kalian , termasuk yang saya pegang disini"


Untuk dirumah , di 699km disana - Muhammad Vilhamy