Rabu, 02 November 2011

Jumat, 09 September 2011

Minggu, 21 Agustus 2011

Masih di Tanah Kelahiran

Anak gila itu nampak tergesa-gesa menyisir rambutnya yang tak lama baru dipotong. Lalu dia bergegas menyambut tas ransel yang biasa dia bawa berisi buku sketsa usang dan pensil merk murah dimana iya selalu menorehkan garis di buku sketsanya. Anak tersebut nampak riang tetapi meneteskan air mata. Ia berlari menuju tempat dimana burung besi diterbangkan ,nampak orang yang paruh baya bertanya dan timbul lah percakapan lumayan ringan :

"Hey anak GILA! , hendak kemana kau?"

anak gila tersebut menjawabnya :

"Dia mau ke Paris ! Perancis Pak ! , aku ingin memberikan sesuatu untuknya"

lanjut lah percakapan itu :

"Apa yang ingin kau berikan pada nya? , sedangkan kau hanya seorang yang tak punya apa-apa! GILA pula!"

Anak gila tersebut menjawabnya dengan bijak :

"Memang lah saya tidak mempunyai apa-apa , apalagi harta melimpah , tetapi paling tidak, saya sudah bersusah payah menggambar wajahnya semalaman walau tak mirip , tapi ini yang saya punya satu-satunya dan satu-satunya kepunyaanku ini akan aku berikan padanya , apakah itu kurang menurutmu Pak?"

Bapak paruh baya itu pun menjawab :

"Itu lebih dari cukup anak muda , tetapi , kau tetaplah GILA !"

Anak tersebut tidak menghiraukan Bapak tersebut dan langsung meninggalkan beliau dengan berlari.

Bapak tersebut lalu berteriak kencang dan mungkin menyemangatinya.

Sayup terdengar :

"Kau memang gila! , Kau kasihan! , mana ada orang gila sepertimu mempunyai uang untuk masuk ke bandara! Juga kau pasti diusir sebelum kau menginjakkan kakimu di tangga pesawat!"

Bukan Pahlawan

Hitam Putih
Benar dan Salah
Pahlawan dan Penakut
Setan dan Malaikat
Mimpi Abadi Manusia

Karena Hidup adalah Pertempuran



-yang ngomong anak sekitar 5 tahun-

Jumat, 19 Agustus 2011

Angin?

Lama sudah bertahun
Jauh sudah terhitung
Sekarang

Sebentar lagi usai
Bergeming suara tanya
Teringat beratnya tubuh dan genggaman malam di atas lampu berjalan

Badan hanya bisa menunggu , masih faham akan sayapnya

Angin berhembus kencangnya , menghilangkan goresan kaki diatas tanah dan hujan meluluhkannya

Angin semakin kencang dan masih menunggu




"jika masih ada , jangan berdusta pada dirimu sendiri , seperti angin yang kebingungan karena dia tidak tahu siapa yang menghembuskannya , tapi itu kamu yang JAUH disana , aku tunggu , 3 september ini di stasiun kereta , gubeng , jika tidak bisa , aku tunggu kamu , di bandung , 2 tahun lagi"

Melimpah Ruah

Pedagang sukses memberi warisan toko besar kepada istri dan anak nya

Pejabat tinggi memberi kelengkapan mewah pada keluarganya

Direktur perusahaan agung menanam modal pada sanak saudaranya

Pengusaha sukses menaruh harapan besar pada kerabat nya

Insinyur terkenal memberikan sebuah rancangan untuk keluarganya agar sukses

Dan masih banyak lagi kisah ke duniawi an manusia dengan titel nya masing masing


"mungkin jika aku menjadi seniman besar , aku hanya bisa memberi istri ku sebuah lukisan atau gambar , menaruh kisah perjuanganku kepada anak-anakku agar mereka mengerti betapa luas dan jahatnya dunia , dan aku tetap berkarya meskipun anakku atau istriku malu" -seniman yang tidak mau menjawab siapa nama aslinya-


Ayah Bercerita

"Nang dunyo iki ga ono nak sing gak soro...kabeh yo ngenteni , kabeh ancen ono wayahe , nek koe gak sabar yo arep ngolehno opo-opo kudu ono pengorbanane. Masio jungkir walik sampe 60 taun mengarep yo nek awakmu sabar pasti oleh rejekine. Usaha sing apik, dungo sing akeh, karo yo iku mau, sabar"



Mungkin bapak jarang cerita, bahkan ngobrol pun tidak bisa lama. Sekarang beliau sibuk, sibuk memikirkan hari tua nya dimana teman-teman beliau bingung mencari banyak uang , tetapi beliau tidak , beliau hanya berfikir untuk kedua orang anaknya....kelak.

Minggu, 07 Agustus 2011

Hidup ? Simpel

tahun keberapa kau hidup?
berapa kali kau hirup udara?
berapa kali kau buang air besar maupun kecil?
berapa kali kau tidur?
berapa kali kau melangkah?
dan seterusnya....

dan yang paling susah adalah...

"berapa kali kau dimaafkan oleh orang yang telah kau bohongi?"

dan...

"berapa kali kau membunuh orang terdekatmu sedangkan semalam kau telah digandengnya tanganmu dan digendongnya tubuhmu?"

hidup memang sederhana dan simpel...se gampang dan se simpel menjatuhkan orang dari atas jembatan reot .



" tidak akan benci , karena bumi , angin , awan , dan langit malam itu telah melihat kita tertawa dan mereka ikut bahagia , hanya karena bohong , alam yang tadinya tersenyum , marah melihat tingkahmu , dan parahnya , aku lah yang melerai pertengkaran antara kau dengan alam semesta "

Longlast with him , wish you all the best , i'll stay 'there'...although 'there' is empty

FUCK YOU

1001 kisah ibu

"ibuk sama bapak gak pernah ketawa kayak gini lho ham..."

sambil bermain kartu , kita bertengok ke 10 tahun silam diamana saya masih bisa mencium tangan ibu sebelum belajar di sekolah .

Jumat, 05 Agustus 2011

selamat jalan , kamu

dulu , sering memang
kagum , pasti !

kamu semangat sekali , membahas seni ini , rupa ini , ya , senirupa...
bagaimana cita-cita , kisah , dan proses berkarya lama-kelamaan saya mengerti...

sekarang, entah institusi yang goblok , atau para petinggi nya yang goblok... , kamu , berjalan keluar sana dan....saya takut....
saya takut karena kita tidak bisa ber"tengkar" lagi...


bandung-jogja-solo-surabaya itu jauh memang , tapi tak sejauh tali persaudaraan kita...
selamat jalan , semoga karya terus jadi jiwa kamu , temanku


muhammad vilhamy
6 agustus 2011

Sabtu, 25 Juni 2011

sekali ini seumur

dulu keras memang
dulu terkesan jahat memang
dulu , sering sekali marah

kemarin , beliau bilang

aku tidak pernah tertawa sekencang dan se gembira ini anakku...aku rindu kita kumpul selengkap ini...

#699km-0km

Minggu, 05 Juni 2011

memang kita punya

ketika semua terselimuti oleh putih , seakan dunia bersih .
ketika semua tertutup hitam , seakan dunia gelap .
dan apabila setitik hitam diatas putih terjadi , dunia ini sebenarnya indah

Kamis, 02 Juni 2011

praktek hidup ini ada di tangan kita



orang tua hanya membimbing
ibu hanya memberi kasih dan sayang
ayah hanya memberi obrolan ringan bekal untuk hidup

semua anak didunia tidak pernah bisa membayar semua itu
jika sanggup membayar itu semua , bilang pada ibu kalian,
" bu , sekarang hutang lunas, aku tidak ingin menjadi anakmu lagi"

#699km

a letter to you , mommy





garis ini akan hilang
hilang layaknya anak kecil menggambar rel kereta api
ibu , sambut hangat tangan anakmu
#699km

hitam diatas kuning , engkau berlayar sampai "bening"





alam membesarkan kita , kita yang merusak alam





series #2





series #1





ini semua tentang ibu saya ,ini semua tentang saya juga





random




bida ? kurang gendut

Selasa, 31 Mei 2011

kamu , ya , beliau

sabar adalah , dimana beliau sangat marah ! dan ketika beliau merasa sangat marah , saya melihatnya itu bukan marah , tetapi melihat beliau tersenyum .



*pak e , aku pingin mulih
curhat 699km

Minggu, 08 Mei 2011

kanan untuk kamu

salam hangat
lama tanpa bersua sembari bertegur sapa
hanya singkat
tangan kanan ku ulurkan
baik
ya kanan , ini
kanan untuk kamu

yang berada di 699km di timur sana

Senin, 11 April 2011

selamat tinggal untuk sementara

telfon genggam terus bergetar
banyak ucapan selamat jalan , doa , dan permohonan maaf
kudengar IBU sedang memasak untuk bekal
ya, sore itu cerah di surabaya , tetapi tak secerah saya yang akan meninggalkan sanak saudara , teman teman tercinta , dan satu lagi , lingkungan yang membesarkan saya sehingga menjadi SAYA

waktu tiba
becak pun sudah didepan rumah
tas perbekalan selama menempuh pendidikan pun kubawa

stasiun nampak ramai karena ibu dan adik berada disamping
ku sms ayah pamit , tak kunjung dibalasnya , namun , dari kejauhan , kulihat segerombolan kepala tak asing adalah teman-teman dari kecil
ya , ku taruh tas perbekalan dan kupeluk mereka
mereka membekaliku dengan ucapan selamat
rasa kesal karena ayah tidak bisa mengantar , terobati dengan teman-teman yang datang

kereta sudah berbunyi menandakan ingin segera meluncur
kuberikan jabat tangan erat pada teman-teman , kucium tangan ibu , kusalami telapak adikku

semua terasa cepat untuk meninggalkan mereka
ya , perkataan bapak waktu aku kecil bahwa didunia tidak ada yang abadi adalah benar
hari itu aku benar-benar merasakannya
hilang , untuk sesaat
tetapi berbekas untuk selamanya

sekarang , yang bisa kulihat hanya tulisan mereka dari telfon genggamku
sekarang , aku ingin pulang
sekarang , aku ingin dibukakan pintu dari ibu
sekarang , aku ingin diberi nasehat ibu
sekarang , aku ingin dimarahi ibu
sekarang , aku ingin bercerita kepada teman-teman ku
sekarang , aku ingin pulang

ya , semua tidak ada yang abadi