Rabu, 31 Oktober 2012

Tipe orang berbeda-beda

A : Kok gambar nya tentang ibu terus? Ga bosen apa?
B : Yang bikin bosen itu bukan karena aku gambar ibunya, tapi aku bosen sama orang-orang kaya kamu yang berkarya nya ngga jujur yang penting bapak senang.
A : Yaudadeh besok aku berkarya nya ngikutin kata hati aja kali ya.
B : Selamat berkarya.

Tipe A = Sukses dalam karir keberkaryaan dalam ranah seni rupa.
Tipe B = Jangankan bikin karya, makan aja empot-empotan coy.

Semua Ada Waktunya

Semua ada waktunya, ketika masa sekolah, kebanyakan dari anak menyukai pelajaran Olah Raga dan Kerajinan Tangan. Ketika beranjak tua,dan menjadikan kesenangannya waktu kecil sebagai profesi, mereka bilang...." Bermain bola sudah tidak lagi menyenangkan, karena aku diatur oleh pelatihku." Dan yang lainnya lagi berkata, " Tidak hanya denganmu, aku pun juga begitu, menggambar sudah tidak se menyenangkan dulu kini aku diatur oleh kotak akademik."

Memang ada saatnya, waktu dimana kita terkekang oleh kebebasan kita sendiri.

Ini untuk keluargaku disana, maaf atas semuanya.

Muhammad Vilhamy 2012.

Jumat, 26 Oktober 2012

PERSEGI

 PERSEGI (Persatuan Seniman Gila) didirikan di Bandung pada pagi yang terik di tongkrongan dekat tempat dimana mata kuliah teori bersemayam. Pada suatu pagi, kelompok yang beranggotakan mahasiswa, eterprener muda, penjaga kantin muda,kolektor vinyl muda,tukang cat tembok muda dan beberapa pengangguran bersatu karena kegilaan dan kegelisahan atas nama Seni Rupa.
Persegi sebagai wadah yang menampung beberapa pasien seni rupa yang mengalami gangguan dalam berkesenian. Sepuluh anggota didalamnya sangat tidak berpengaruh dalam medan sosial seni rupa Bandung khususnya, Indonesia pada umumnya. Dengan demikian, salah satu dari mereka yaitu Valdy Art**th**e*m  dengan usaha jeans nya yang juga naik turun mengumpulkan beberapa orang yang mempunyai kegelisahan yang sama dan menjadikan Persegi, dimana Valdy sangat berharap kedepannya mengubah cara pandang masyarakat terhadap seni. Tapi sayang, anggota-anggota yang termasuk didalamnya gila.Sampai sekarang pun tidak ditemukan pergerakan dari mereka, namun, ada beberapa jejak yang bisa ditilik dari beberapa foto dalam peresmian PERSEGI.

Hidup Seni Rupa, Jangan Biarkan Benda Apapun Menjadi Seni.


foto dari kelompok PERSEGI pada tahun 2011. dari arah jarum jam : Valdy Art, Si kembar Della dan Yosi, Soeroembon, Sandy Adhitia, Vales Rlnd, Agathon T. , Koko Belasnof, Yacobus Maafkan Hambamu, Irvan Aoelia.

Minggu, 21 Oktober 2012

Ayam kecil , I'm sorry




Ditengah kehidupan dan krisisnya identitas bagi setiap individu dan disitu lah seniman terdapat didalamnya. Hadir sebagai sebuah representasi nyata, kegelisahan dari yang disebut Art World(mungkin) melahirkan karya yang berjudul Ayam Kecil, I'm Sorry.
Teringat dengan Pak Tile dengan iklan lampu yang mengucapkan sama dengan judul karya (memang diadaptasi dan di apropriasi) menjadikan karya di atas sebagai bentuk dari kegelisahan beberapa individu. Matinya ide, matinya gagasan, dan kecenderungan yang selalu ngikut menjadi titik balik dari gagasan berkarya. Saya sebagai akademisi seni merangkum atas penglihatan yang naif, begitu juga yang dirasakan oleh teman-teman.
Kebingungan akan semua hal yang terkait dalam medan sosial seni, didalam kampus terutama, tidak mendapatkan hal yang secara gamblang terlihat. Ibarat anak ayam yang mati, anak ayam yang selalu bergantung pada indukya, saya membuat berbagai macam gantungan Kotoran Ayam dan Bangkai Anak Ayam. Ini menunjukkan, kami sebagai akademisi "tidak mendapatkan inti perkuliahan". Hidup seperti binatang memang, semua mengacu pada satu hukum, yang kita tidak tahu secara pasti apa itu fungsi, atau mungkin fungsi yang sudah ada terdahulunya adalah sebagai "sejarah" saja. Kami tidak tahu secara pasti.

Yang pasti adalah, kami masih muda, kami masih bisa untuk belajar,
Turun kan yang sudah kami pasang, ini atau tidak benda-benda tersebut akan menjadi apa itu yang namanya SENI.

Muhammad Vilhamy
2012

Melamun Biru

Melamun biru.
Tergoda pulang didepan rumah, ya, depan rumah
adalah persinggungan dimana konflik itu muncul.
Ada yang datang bu, ada yang datang.
Ada yang pergi bu, anakmu pasti kembali.
Tidak peduli dimana pun berpijak, aku kembali bu, aku kembali didepan rumah, tidak ku hiraukan itu rumah siapa, aku peduli dalam isinya. Keluarga.
Aku pulang bu, aku pulang.

Sayang nya aku melamun. Lama.