Sabtu, 28 April 2012

Penghujung Malam

Sekeliling malam ini sepi , hanya suara lagu dan bunyi ketikan dari laptop tua.
Saat ini , saya bahagia , bisa banyak berbincang.
Disaat semua ibu tidur untuk menyambut esok yang letih , disaat semua bapak tidur untuk mengumpulkan tenaga saat kembali beraktifitas.

Pengandaian saya terhadap malam dan siang itu saya anggap benar.
Ketika siang , semua manusia beraktifitas dan hiruk pikuknya lalu lalang manusia membuat jenuh , disitu pun , siang seperti kebohongan , karena basa basi banyak dilakukan karena berurusan dengan banyak orang.

Ketika malam , kebanyakan dari manusia tertidur , dan saya merasakan heningnya. Ketika motor parkir dan mobil disimpan dibagasi rumah , hanya gemerlap lampu yang saya lihat. Saya melihat ada kejujuran disaat malam.

Tenang
Damai
Jernih
Bersih
Lepas

Ketika itu , kita berjanji satu sama lain , kita berbincang tentang dulu , kita tertawa tentang konyol , kita sedih dengan kenangan , kita bangga dan menyesali atas apa yang kita lakukan.
Kita ,
Tidak sama
Tidak saling tegur sapa dulunya
Tidak saling percaya dulunya

Tapi , saya telah berjanji pada diri sendiri , pada teman saya , pada ibu saya.
Semoga kamu tidak menyia-nyiakan harapan saya , teman saya , dan ibu saya.

Muhammad Vilhamy
2012

Pertanyaan itu Doa

Akhir-akhir ini diam
lapar menggerus lambung
hujan menghambat telapak kaki
mata terfokus pada 3 manusia berjalan kaki

1 orang ibu
1 orang ayah
1 anak cacat mental memakai baju tidur disebelah ibunya

lambung seakan penuh nasi
langit seakan cerah
dan hujan pindah di kelopak mata

hanya mendengar cerita sekilas dari ibu dan ayah yang memperkenalkan suasana sekitar kepada anaknya yang cacat dan ketiga nya terlihat bahagia.

Tuhan menjawab pertanyaan saya hampir seminggu lalu.

Muhammad Vilhamy
April 2012.

Berbeda karena Keadaan

Hujan mulai reda dan tanaman seakan berembun.
Aku duduk bersama bapak sore itu dan saling diam sembari melihat kearah luar rumah.
Bapak terlalu diam dan sibuk akan aktifitasnya , mungkin ini yang menyebabkan aku dan bapak saling membisu, tetapi aku , diam bukan karena sibuk , melainkan berpikir mengapa bapak semakin kesini semakin diam dan kata-katanya tak sekeras dulu.

Gerimis mulai lagi , bapak pun masuk kedalam rumah dan mengambil motornya untuk bekerja lagi.
Aku mengiringi bapak ke pintu pagar seraya meminta tangannya untuk dicium.
"Hati-hati pak"
Bapak pun pergi , dan pasti malam nanti akan datang lagi kerumah.

Sore itu , hujan itu , tangan itu , adalah suasana dimana saya sedih.

Bapak yang setiap harinya melampaui hari-harinya dengan aktifitas membosankan seolah-olah menarik, yang setiap harinya hanya berkumpul lengkap dengan ibu dan 2 anaknya dengan durasi 4 jam saja.
Semua dilakukan untuk 4 jam tersebut.
Sedih saya bukan berarti waktu itu saya kasihan terhadap bapak saya, melainkan sedih karena diri saya sendiri.
Saya yang kala kecil selalu mengolok-olok bapak dalam hati, memakai kata kasar terhadap bapak saya ketika saya usai dimarahi , mengumpat ketika saya harus dituntut untuk melakukan hal yang menurut saya tidak berguna.

Sekarang , saya hampir merasakan apa yang telah bapak lakukan selama ini.
Saya merasakan susahnya mencari uang , merasakan susahnya membagi waktu untuk orang-orang tercinta dengan aktifitas yang memakan waktu , merasakan bagaimana ketika kerjaan menumpuk dan berakibat pada sikap saya terhadap orang lain , dan masih banyak lagi.

Akan tetapi , apa yang saya alami selama saya masih kecil , ketika orang tua penuh marah , penuh tuntutan , penuh harapan adalah untuk saya sebenarnya.

Mungkin saya selalu dikata ketinggalan jaman , memang.
Mungkin saya selalu dikata bukan orang yang pintar , memang.
Mungkin saya selalu dikata tidak pernah merasakan masa kecil yang indah , memang.
Mungkin saya selalu dikata monoton , memang.

Tapi itu hanya pandangan orang terhadap saya. Apakah mereka tahu bahwa bapak saya bekerja sekeras itu tidak untuk memenuhi kebutuhan anaknya hanya untuk menghapus pernyataan orang lain terhadap saya?

Dan saya hanya menjawabnya nanti , ketika istri ada disamping saya , anak ada disamping saya , dan teman-teman yang masih cinta kepada saya.

Ini buat kamu , teman sewaktu kecil , teman sewaktu tumbuh dan berkembang , untuk bapak yang sekarang berbeda.

Muhammad Vilhamy
April 2012

Selasa, 24 April 2012

ayah berkata

saya bego
saya basi
saya cuma omong doang
saya anjing
saya tolol.
kalau bisa, bunuh saya , supaya ada makhluk berkelamin jantan lainnya , maksud saya yang berk*nt*l ,  bisa setiap detik meluangkan waktu demi harus ada di pudak kanan atau kiri.
saya akan bertanya nanti , apakah kau puas dan bahagia ?